(Royal Yawn Records)

Setelah sebelumnya merilis lagu Untuk Gadis yang Selalu Memakai Malam, band asal Jakarta, Rekah, merilis mini album berjudul Berbagai Kamar. 

Berbagi Kamar adalah sebuah rilisan yang sangat di antisipasi dalam skena musik Post Hardcore lokal. Terdiri dari 5 lagu, Berbagi Kamar menyajikan tiap bagian lagu yang disusun secara progresif sehingga membentuk sebuah alur yang bercerita. Dengan penggunaan bahasa Indonesia yang terdengar tidak dipaksakan. Lirik-liriknya cukup kelam dan menitikberatkan kepada konsep bercerita yang membicarakan tentang pergulatan Tomo, gitaris/vokalis dari Rekah dengan gangguan mental yang dideritanya. Semua lirik yang ditulisnya untuk “Berbagi Kamar” merupakan refleksi dari pengalaman pribadi yang dialaminya beberapa tahun lalu. Lewat Berbagi Kamar, Rekah banyak menampilkan nomor-nomor yang kaya akan komposisi, di album ini Rekah banyak membaurkan agresi hardcore punk dengan atmosfer pekat black metal, struktur inkonvensional dari post-rock, dan pendekatan tekstural ala shoegaze. Secara musikalitas album ini banyak mendapat suntikan referensi dari Envy, Deafheaven, I Hate Myself, Echoes, Suis La Lune, dan Pageninetynine. Perpindahan antar segmen yang nggak menentu justru membuat alur lagu-lagu mereka nampak seperti racauan seorang neurotik. Melalui mini album ini Rekah menjadi sosok baru yang cukup menyegarkan di kancah tanah air. (YS)