Unit Alternative asal kota Denpasar, Zat Kimia bisa dibilang sebagai salah satu kelompok alternative yang pantas untuk diperhatikan sekarang ini. Bernafaskan alternative, band yang saat ini digawangi oleh vokalis sekaligus gitaris Ian Joshua Stevenson, drummer Nobertus Rizki, gitaris Bimo, dan bassist Edy Kurniawan ini merupakan sebuah nama yang cukup santer dibicarakan pada ranah musik Bali. 

Dari namanya saja sudah tersirat kalau kelompok ini berupaya untuk menciptakan karya dalam bermusik yang bisa menyebar kemana-mana seperti halnya suatu zat yang nantinya bisa membuat orang menjadi adiktif terhadap apa yang mereka tawarkan. Zat Kimia adalah senyawa baru yang berjalan di jalur alternative untuk mewarnai skena musik Bali menjadi lebih luas. Bukan hanya sekadar untuk “meramaikan” semata, Zat Kimia semakin menapaki popularitasnya dan menjadikan wajah musik alternative kembali terdengar berkelas. Dari seluruh proses turun naik panggung itu, kebanyakan dilalui dengan keberhasilan menimbulkan kesan bagus di penonton yang menyaksikan karya mereka secara langsung. Zat Kimia berhasil muncul dengan tenang dan menghanyutkan di tengah-tengah dominasi dari musik bawah tanah Bali. Dengan alunan musiknya yang cukup membius ketika didengarkan, Zat Kimia telah mendapatkan tempat yang cukup spesial di hati para pecinta musik Indie Bali.

Sepanjang medio 2015 – 2016, Zat Kimia mencuri perhatian khalayak lewat penampilan panggung dan beberapa single yang telah dilepas. Hal tesebut sekaligus juga memberi ruang untuk dipertanyakan perkara karya fisik. Dan akhirnya kita tiba di momen ini, di mana Zat Kimia sudah siap dengan album penuh yang bisa membuat mereka mempertanggungjawabkan dengan baik apa yang selama ini dinanti oleh khalayak. Ibarat perang yang belum usai, Zat Kimia akan semakin bergerak dan bergerilya, bersama dengan amunisi-amunisi efektif yang siap dimuntahkan untuk menyerak telak ke sasaran melalui album yang bertajuk “Candu Baru”. Kelahiran bayi pertama dari Zat Kimia ini adalah salah satu yang cukup dinanti oleh para penikmat musik dalam ranah independen Bali. Senang rasanya melihat Zat Kimia berhasil menjawab banyak pertanyaan tentang bagaimana musik mereka disajikan dalam bentuk karya,  Semoga khalayak bisa menikmati sebuah Candu Baru dari Zat Kimia.

01. Hallo Zat Kimia, bagaimana kondisi kalian saat menjawab interview ini?

Baik baik aja

02. By the way selamat yah, saya mendengar album perdananya sudah mau rilis. Bisa diceritakan secara detail mengenai album tersebut?

Terima kasih, album ini kami beri judul Candu Baru, berisi 10 lagu.

03. Secara konseptual dan ide, apa sih yang ingin Zat Kimi tawarkan dalam album tersebut?

Secara garis besar musiknya pada dasarnya adalah alternative, tanpa terlalu banyak pikirin konsep apa apa sih, yang penting lagunya,menurut standar kami, siap dan layak di dengar.

04. Secara garis besar, untuk tema dan liriknya sendiri, kalian banyak membicarakan tentang hal apa?

Banyak hal, mulai dari candu, waktu, semesta, nafsu dan cinta juga ada.

05. Ada filosofi khusus dibalik pemilihan nama “Candu Baru” menjadi nama album kalian?

Gak ada sih, cuma sepertinya klop aja nama bandnya zat kimia dan kata candu baru bergandengan. Plus album ini lahir di era di mana orang pada ketergantungan dengan internet jadi pas kayanya candu baru jadi judul album.

06. Bagaimana proses rekaman album “Candu Baru” ini terjadi dan memakan waktu berapa lama? Siapa saja rekan musisi yang terlibat dalam pengerjaan album tersebut?

Album ini cukup cepat di garapnya. Tidak ada kolaborasi dengan musisi external selain personil internal zat kimia. Tapi album ini di mix dan mastering oleh deni surya dari ddh dan kami sangat puas dengan hasilnya.

07. Ada cerita menarik apa saja dan apakah ada hambatan yang mungkin bisa kalian ceritakan saat mengerjakan album tersebut?

Tidak ada, semuanya berjalan dengan lancar jaya. Hahaa

08. Album atau lagu favorit kalian dari Zat Kimia sendiri apa? Bisa berikan alasannya?

Kita suka semuanya. Hahaha

09. Apa saja yang banyak kalian dengarkan dan secara tidak langsung menjadi salah satu referensi saat mengerjakan album “Candu Baru”?

Tidak ada. Kita bikin lagu rata rata pas jamming dan musiknya terjadi begitu saja, semua isian kami isi sesuai kebutuhan lagu aja.

10. Mengingat rutinitas kalian di luar band yang bisa dikatakan cukup sibuk dengan proyek dan pekerjaan masing-masing di bidang musik, Bagaimana tiap personil membagi waktunya dalam bermain musik bersama Zat Kimia?

Sesibuk apapun di sempat sempatin aja.

11. Lalu untuk distribusinya sendiri saya dengar di album ini kalian akan mencoba untuk melakukan semuanya secara DIY, apa yang melatarbelakangi kalian untuk melakukan hal tersebut?

Uang kas terbatas. Hahaa. Dari hasil tabungan, kami berhasil kumpulkan dana untuk memproduksi album ini.

12. Ada hal yang kalian persiapkan secara khusus untuk mempromosikan album ini ke khalayak?

Yang paling dekat adalah music video dan tur promo album.

13. Ini adalah rilisan debut kalian, Seberapa penting sih suatu rilisan fisik menurut kalian? Bagaimana kalian menanggapi music piracy yang saat ini sudah semakin menjadi-jadi?

Piracy adalah efek samping dari internet, tapi di sisi lain musik jadi lebih gampang mengakses berbagai jenis kalangan. Yang paling tidak bisa di prediksi adalah bagaimana perilaku “mendengar” nya orang nanti kedepan. Apakah masih bisa sabar mendengarkan lagu dari awal sampai habis? Ya kita lihat saja nanti.

14. Lalu apa tanggapan kalian jika suatu saat nanti ada Major Label yang tertarik untuk merilis ulang album ini dan memberi penawaran untuk mengontrak Zat Kimia dengan dealing yang menarik dan menjajikan?

Kalau kontrak dan bagi baginya jelas. Gaassss

15. Ada niat untuk promo tour setelah perilisan album? Kalau ada kota mana saja sih yang kalian ingin singgahi?

Ada. Cuma belum tau ke mana saja. Masih di pikirin.

16. Jika melihat Bali, skena musik di Bali saat ini sangatlah berkembang pesat. Banyak band baru dengan warna musik baru dan cukup menjajikan. Sebagai band yang cukup sukses bergerilya dengan musik yang berbeda, bagaimana tanggapan kalian mengenai fenomena tersebut?

Bagus dan lanjutkan. Dengan hadirnya spotify, youtube dan lain lain harusnya bisa lebih variatif lagi.

17. Lalu kalau secara global, dengan lebih terbukanya market Indonesia terhadap musik indie sekarang-sekarang ini dan mudahnya mendapat informasi lewat dunia maya, apa kalian rasa ini akan lebih baik untuk skena musik independent secara umum atau malah melonggarkan filter untuk band-band yang mediocre/pas2an untuk lolos dalam seleksi ini karena memiliki propaganda yang lebih “oke” dibanding band-band yang berkualitas?

Enaknya sekarang semuanya punya kesempatan yang sama.

18. Oke, saya rasa itu saja… Terima kasih atas waktunya, ada pesan yang ingin kalian sampaikan sebagai penutup perbincangan ini?

Beli CD asli Zat Kimia biar kami balik modal cuk! Hahahaha. Terima kasih. (YS)