Bali tak pernah ketinggalan bakat baru dalam dunia musik. Belakangan ini banyak nama-nama baru yang sudah mulai disorot oleh beberapa khalayak. Adalah Pluto, satu dari sekian nama yang cukup menjajikan. Unit Indie Pop ini muncul sebagai salah satu band terpanas pada skena musik Bali. Pluto bisa dibilang memberi nuansa baru yang akan semakin meramaikan kancah musik Bali yang semakin berkembang belakangan ini. 

Lagu-lagu Pluto terdengar segar, perpaduan karakter vokal yang khas sekaligus terdengar ‘lawas’ dari Andre dan Nara, dengan iringan musik yang enak, membuat band asal Denpasar ini mampu menjaring penggemar dan cukup diperbincangkan dalam ranah musik ini. Kisah Pluto bermula dari keinginan Andre dan Nara memiliki kesamaan selera dalam bermusik dan memiliki misi besar untuk memperkenalkan skena musik Bali ke etalase musik yang lebih luas. Sebelumnya mereka masing-masing telah punya band, Andre sebelumnya tergabung di sebuah band grunge punk bernama Mancis, dan Nara yang tergabung dalam sebuah band rock ekperimental bernama Manu.

Berawal dari jamming di studio rumahan yang berdebu dan tak tertata, duo ini sepakat untuk membentuk project ini di awal tahun 2017. Secara musikalitas Pluto terdengar banyak mengambil referensi dari band-band semacam The Stokes, Pulp, The Radio Dept, Pixies, Phoenix, Artic Monkeys, The Kooks, dan Two Door Cinema Club. Sebagai bahan untuk bersaing, pada awal bulan April 2017 lalu Pluto telah memperkenalkan karya debutnya yang bertajuk “Peak”. Single ini sendiri menceritakan tentang sebuah situasi klimaks seseorang, yang dalam lagu ini situasi klimaks tersebut disampaikan dalam istilah “Peak” / puncak. Istilah klimaks tersebut menjelaskan tentang orgasme kesadaran tertinggi. Dimana hal tersebut disampaikan secara eksplisit dalam lirik chorusnya.

Setelah mendapat apresiasi yang cukup bagus untuk single “Peak”, kelompok ini kembali melemparkan dua single lain yang tak kalah seru. Single bertajuk “Lost of Plot” dan “Gratitude” tersebut tergabung dalam dalam dua kompilasi keren semacam “Serangan Fajar” dan “Music for Brighter Day Vol 8.1”. Selain itu Pluto juga telah melepas “Peak” dalam bentuk visual yang sangat menarik untuk disimak. Kedepannya Pluto masih akan disibukkan dengan penggarapan debut mini albumnya. Pluto memang pernah dikenal sebagai planet terkecil dalam tata surya, tapi Pluto yang satu ini akan menjadi salah satu yang besar dalam ranah musik ini. Kita tunggu saja, sebesar apakah Pluto nantinya? (YS)