Pop Punk, sebuah genre musik yang pernah menjadi Mainstream di Amerika ini adalah subgenre dari musik Punk Rock. Dengan menggabungkan musik Pop dan Punk Rock terciptalah Pop Punk. Musik yang cukup populer di kalangan remaja ini telah banyak mengalami perubahan dari masa ke masa. Jika dirunut mengenai sejarahnya di Indonesia, kota Bandung bisa dikatakan mendahului kota lain sebagai pionir dalam mempopulerkan warna musik ini. Dari sekian banyaknya band lama yang bermain dengan warna musik ini, Rocket Rockers adalah satu nama yang masih menonjol hingga detik ini. Mungkin bisa disepakati bahwa kemunculan dan perkembangan musik Pop Punk di Indonesia tak lepas dari munculnya Rocket Rockers dengan album perdananya “Soundtrack For Your Life” yang banyak mendapat respon positif oleh penikmat musik Indonesia saat itu. Rocket Rockers adalah sebuah band yang memiliki andil cukup besar dalam mempopulerkan genre ini pada kancah musik independen di Indonesia saat itu. Dengan warna musiknya yang menarik dan lagu-lagu yang sangat easy listening, mereka dengan cepat menjadi sebuah kelompok yang sangat digemari oleh para remaja Indonesia.

Dibentuk sejak tahun 1999, Rocket Rockers sejauh ini masih tetap konsisten dengan warna musiknya melalui lima album yang telah dilepas. Konsistensi mereka dalam bermusik juga memperkuat alasan mengapa Rocket Rockers masih menjadi band yang sangat diminati sampai saat ini. Perjalanan mereka yang tidak sebentar di dunia musik dan kerja keras mereka dalam berkarya menjadikan kelompok ini sebagai salah satu band mandiri yang cukup dihormati dalam industri musik Indonesia. Meski harus kehilangan Ucay pada tahun 2013, Rocket Rockers tidak mati ide dan masih tetap melanggengkan eksistensinya. Di usia nya yang memasuki 18 tahun, Rocket Rockers tentu nya sudah banyak melewati lika-liku perjalanan suatu band yang akhirnya membuat band ini semakin dewasa. Salah satu nya terlihat dari album yang telah dirilis beberapa waktu lalu. Album ini memiliki tujuan untuk tidak mengkotak-kotak kan suatu genre. Karena dalam album terbaru tersebut berisi lagu-lagu yang menawarkan musik lintas genre dari teman-teman musisi yang membawakan lagu Rocket Rockers dengan style mereka masing-masing. Album yang diberi tajuk “Cheers form Rocket Rockers” nantinya akan menjadi sebuah album yang sangat istimewa untuk merayakan perjalanan mereka selama 18 tahun di industri musik Indonesia.

1. Hallo Rocket Rockers, kami mendengar berita mengenai album tribute yang akan segera kalian rilis, boleh kami dengar secara detail mengenai hal tersebut?

Yes album kompilasi cover “Cheers from Rocket Rockers”, semacam album tribute yang dibikin sama kita sendiri, hahaa. Di dalamnya ada 17 musisi yang bawain 17 lagu RR & 1 lagu musisi lain yang RR cover. Album ini juga sebaga penghargaan saya terhadap musik indonesia yang sangat beragam, kreatif & inovatif.

2. Apa tujuan utama dari perilisan album tersebut? dan apa target kalian lewat album tersebut?

Tujuannya untuk memperkaya bank lagu RRF khususnya untuk RRF yang sering banget datang ke #rocketrockshow tapi tidak terlalu hafal lagu-lagu lama. Untuk menjadi alternatif teman-teman dalam menikmati lagu-lagu RR dengan nuansa yang berbeda. Dan untuk menegaskan kalau gak ada pengkotak-kotakan musik. Tetap apresiasi & support semua genre musik di Indonesia. Yang RRF boleh jadi Slankers, yang Slankers juga bisa jadi Outsider, dan seterusnya.

3. Siapakah yang memiliki ide awal untuk merilis sebuah album tribute? Bisa dibocorkan band-band apa saja yang ada di dalamnya?

Saya (Aska) awalnya yang kepikiran untuk bikin album ini. Sampai-sampai kebanyakan musisi yang terlibat saya hubungi satu persatu untuk meminta kesediaannya dalam mengisi album ini. Yang mengisi ada V1mast, Painful By Kisses, Fiersa Besari & Kerabat Kerja, Kungpow Chickens, The Flins Tone, Four Gets Me A Nots, Sanders Hates Chicken, Navl, Hoolahoop, Aliansi Kiri, Braversboy, Parahyena, Dead With Falera, SD, Last Goal Party, dan Midnight Quickie.

4. Untuk pemilihan artisnya sendiri bagaimana kalian menentukan siapa yang pantas untuk masuk ke dalamnya? Siapa yang bertanggung jawab penuh untuk mengkurasi list band yang masuk ke dalam album tribute kalian?

Untuk pemilihan artisnya awalnya saya haya melihat sosmed mreka, menonton live nya di youtube, terus nonton mereka manggung langsung. Dan kalau kita rasa cocok, langsung kita minta kesediaannya. Banyak juga yang tidak bersedia… Hahaaa… Nah, untuk lagunya sendiri ada beberapa musisi yang mreka pilih dan kalau menurut kita cocok ya langsung ok. Tapi ada juga yang saya ajuin beberapa pilihan yang kira-kira pas untuk dimainkan mereka.

5. Kalau boleh tau proses kurasi artis-artisnya sendiri seperti apa?

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, yang pasti kita pengennya sebisa mungkin genrenya berbeda aja.

6. Band apa yang pertama kali kalian kontak untuk mengisi album ini dan apa alasannya?

Jujur… Yang saya kontak pertama kali untuk mengisi di album ini adalah The Flins Tone dari Surabaya. Walaupun akhirnya yang dirilis jadi single pertama adalah “Ingin Hilang Ingatan” bersama Midnight Quickie.

7. Lalu untuk segi produksinya sendiri, mengingat ada banyak band dengan beragam warna musik yang tergabung dalam album ini, apakah ada intervensi yang kalian berikan terhadap band-band tersebut perihal aransemen, musikalitas, dan sound yang dihasilkan? Apa kendala terbesar yang kalian temui saat memulai project album tribute ini?

Untuk produksi, aransemen, dan proses kreatif kata serahkan semuanya ke masing-masing talent. Cuma mungkin ada beberapa masukan dari saya biar tetap ada “rasa” RRnya di tiap-tiap lagu cover tersebut. Yang paling jadi kendala adalah untuk briefingnya, karena hanya dilakukan di dunia maya alias tidak tatap muka, hahaa.

8. Ada hal yang kalian persiapkan secara khusus dalam merilis album ini?

Persiapan mental dan jawaban yang tepat kalau ada orang yang sulit menerima perubahan dan bilang “masih enak versi aslinya”, hahaa.

9. Omong-omong selama 18 tahun berkarya, selain karena adanya pergantian personel, kalau boleh tau apa sih tantangan terbesar kalian dalam berkarya sejauh ini?

Membagi waktu antara off air dengan bikin lagu, briefing, rekaman dan hari bersama keluarga.

10. Lalu apa pengalaman terbaik yang telah kalian raih sebagai sebuah band selama 18 tahun ini?

Yang terakhir, yaitu manggung untuk pertama kalinya setelah 18 tahun nge-band di Soundrenaline dengan memakai stelan baju selam lengkap!

11. Jika berbicara mengenai warna musik, di album terakhir pergeseran musikalitas kalian terdengar cukup signifikan, selain karena keluarnya Ucay, apa yang menyebabkan Rocket Rockers tertarik untuk memasukkan unsur alternative 90’an ke dalam materi-materi dalam album tersebut?

Karena kita di besarkan di era itu dan era itu dimana kita pertama kali belajar ngeband dengan membawakan lagu-lagu band alternatif 90an.

12. Lalu dengan perubahan warna musik yang cukup signifikan, sejauh ini bagaimana tanggapan penggemar-penggemar lama Rocket Rockers dengan perubahan musik di album tersebut?

Saya menghargai teman-teman yang mau menerima perubahan dan berpendapat kalau hidup ini dinamis. So, apa yang kita sajikan di RR juga pastinya akan dinamis. This is life, gak mungkin kalian selamanya bahagia atau selamanya sedih. Ada bagian-bagian dari hidup ini yang memang harus kita terima dan jalani. Begitu juga musik.

13. Sedikit mundur kebelakang nih, saat awal dibentuk bagaimana kondisi skena musik di Bandung sendiri saat itu?

Ini juga salah satu alasan kenapa saya coba bkin CFR. Dulu itu gigs-gigs atau event besar yang diadakan walupun skalanya kecil atau besar selalu diisi dengan line up dari berbagai genre. Dan kelebihannya apa? Kita saling kenal dan akrab dengan band2 lain walaupun beda genre, juga sering banget kumpul bareng dengan skala yang lebih besar dari sekarang. Sedangkan jaman sekarang banyak banget event / gigs yang isinya cuman dari 1 genre aja dan cenderung bikin kelompok-kelompok kecil ketika ngumpul.

14. Sebagai salah satu pioneer skena musik pop punk di Indonesia, Bagaimana kalian melihat skena musik pop punk di Indonesia saat ini? Apa yang membedakan skena hari ini dengan skena saat awal mula kalian berkarir sebagai sebuah band?

Mentalnya yang sangat berbeda, saat ini banyak yang pengen jadi anak band dan terkenal dengan cara instant, juga banyak pelaku seni yang gak fokus di sisi art/sosial tapi lebih mengejar sisi seleb / bisnis semata.

15. Secara industrinya sendiri, menurut kalian ada gak sih yang tidak menyenangkan dalam industri musik di Indonesia? Kalau boleh tau apa saja?

Ada, tempat-tempat karaoke! Tempat itu bkin hapoy orang-orang yang menyewa dan nyanyi-nyanyi di dalamnya, bikin kaya ownernya juga. Tapi selama 18 tahun ngeband termasuk saat kita masih di major label pun gak pernah namanya ngerasain royalti dr tempat itu #sad.

16. Bagaimana cara Rocket Rockers menjaga keseimbangan langkah agar tetap eksis dan produktif selama hampir 18 tahun ini?

Selalu bkin PR untuk besok. Ngeband itu bukan tentang bikin lagu, tapi gimana mengolah potensi yang ada di band. Ada quote yang saya bikin buat “bakar” semangat rcketrockfamz : “Gak manggung, gak makan!”.

17. Di usia yang cukup berumur seperti saat ini, dari segi spiritnya, menurut kalian apa sih yang membedakan Rocket Rockers di era awal terbentuk dengan Rocket Rockers saat ini?

Keriput di bawah mata dan ukuran baju. Selebihnya kita sama masih loncat-loncat di panggung, masih bisa ngebut, masih peduli isu sosial dan masih gak nyangka klo setengah dihabiskan dengan hidup bareng band ini.

18. Saat ini Rocket Rockers bisa dikatakan adalah salah satu band besar yang sukses di jalurnya dengan memiliki penggemar yang sangat luar biasa, apakah hal tersebut juga mempengaruhi kehidupan kalian di luar ngeband?

Yes… RRF dan teman-teman lainnya sangat membantu dan berpengaruh buat kehidupan saya & keluarga, juga RR. Kita sadar klo kita mahluk sosial yang butuh prtolongan, support dan doa org lain. Oleh sebab itu mungkin bisa dibilang saya yang paling hafal & lbh deket sm teman-teman RRF.

19. Apa pencapaian selanjutnya yang mungkin ingin kalian bagikan kepada pembaca Pica Magz?

Bikin konser album pertama kita “Soundtrack For Your Life”.

20. Terakhir, apa yang ingin kalian sampaikan sebagai penutup wawancara ini?

Matur Suksma! Ukup buat kita semua!! (YS)