Foto: Amir Amiru

“Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penyair harus menulis sajaknya. Mereka harus mencapai kedamaian dalam diri mereka sendiri. Seseorang harus menjadi apa yang mereka bisa” kutipan dari Abraham Maslow ini selalu terngiang dalam benak diri seorang Nudia Muntaza. Berangkat dari EP berjudul “Berbisik” Nudia Muntaza melalui Dunianudia sebagai project solo musiknya ingin melangkah menuju pengaktualisasian diri.

‘Berbisik’ merupakan EP (Extended Play) yang berisi 4 buah lagu setelah di awal tahun 2017 Dunianudia sempat mengeluarkan sebuah single perdana berjudul ‘Paranoia’. “Berbeda dari single pertama, 4 lagu dalam EP ini  mempunyai nada dan akord yang lebih sederhana. Seperti pada lagu ‘Sore’ yang juga sebagai single dari EP ‘Berbisik’, mempunyai nada yang mudah diterima telinga dan terkesan ringan”, kata Nudia Muntaza. Dingin dan abu-abu dianggap mampu mengemas suasana yang terdapat dalam  EP ‘Berbisik’. Selain ‘Sore’, 3 lagu lainnya berjudul ‘Berhenti’, ‘Bilur’ dan ‘Berbisik’.

Foto: Bayu Atha

Tentunya tidak sendiri, pada proses penggarapan EP ini Dunianudia banyak berkolaborasi dengan musisi-musisi dari Yogyakarta, seperti Hisar Sinambela (Robbrs), Ady Ekayana (Noemi), Astarina Dian, Steven Kurniawan, Puthut Probo, Invalidiant Chandra, Hasty Lutfia, dan masih banyak lagi. Seperti pada single pertama,  Dunianudia masih bekerjasama dengan Sodapop Records dan Elmo Ramadhan pada proses produksi. Adapun untuk vokal direkam di rumah Dhandy (Summerchild) dan perekaman drum di DS Records.

Pada tanggal tanggal 23 Agustus 2018, Dunianudia juga telah  merilis video lyric dari single ‘Sore’ yang bekerjasama dengan Eustakius Rakyan dan tim. Adapun lagu-lagu dalam EP Berbisik akan segera bisa didengarkan melalui kanal-kanal digital seperti iTunes, Spotify, JOOX dan aplikasi digital music streaming lainnya.