Setelah melalui proses panjang, grup musik asal Jakarta, Glaskaca, akhirnya secara resmi melepas album penuh perdananya berjudul Adendum, yang dirayakan melalui perilisan single “Cetak Biru” terhitung tanggal 14 September 2018. Lagu tersebut menjadi sorotan dengan kisah di balik lagu yang sarat akan tema album Adendum sepenuhnya. “Liriknya adalah jawaban dari semua lagu di Adendum. Musiknya juga menggambarkan kevariatifan musik Glaskaca,” jelas Rayhan Noor selaku gitaris. Mengacu pada cetak biru sebuah rencana, lagu ini juga menyuarakan tentang garis besar hidup seorang manusia pada umumnya. “Di setiap bagian hidup selalu ada rencana dan tujuan, baik tercapai atau tidak, baik lancar maupun tidak, di situ selalu ada titik balik,” tambah Dias Widjajanto, vokalis sekaligus gitaris.

Begitu pula yang diceritakan ke dalam album. Berangkat dari fase kehidupan manusia dewasa baru yang banyak dialami oleh manusia, Glaskaca menganggap album ini teramat personal. “Lagu-lagu yang terdapat di Adendum kebanyakan dari pengalaman kami dan amat sangat personal. Jadi album ini bukan hanya kumpulan lagu, tapi juga pesan dan cerita yang ingin kami sampaikan. Bisa jadi nggak hanya personal untuk kami, tetapi juga untuk pendengar yang mengalami hal serupa,” ungkap Dias.

“Kami ingin menyampaikan bahwa nggak apa-apa di umur 20-an ini kaget dengan banyak hal; rencana yang gagal, lingkungan yang baru, hal-hal baru, situasi baru, dan lain-lain. Sedih ketika kaget memasuki itu semua pun nggak apa-apa,” jelas Rayhan lagi. “Pada akhirnya itu cuma sebuah fase lain di hidup. Carry on aja.”

Album penuh perdana berisi 8 materi tersebut tidak hanya spesial bagi Glaskaca karena menjadi album perdananya, namun album penuh ini juga memiliki perbedaan dengan karya Glaskaca sebelumnya. “Album ini secara sonik lebih variatif dibanding karya-karya Glaskaca sebelumnya,” papar Rayhan. “Itu juga karena proses penulisannya yang betul-betul nggak kenal batasan-batasan. Jadi semua kemungkinan terbuka dan sejauh perjalanan kami inilah kemungkinan-kemungkinan yang berhasil kami buka.”

Proses pembuatan Adendum sendiri memakan waktu sejak akhir tahun 2017 lalu, tepat setelah Glaskaca baru saja merampungkan Triangle Tour, yakni perjalanan tiga set panggung di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Dalam pengerjaan album, Glaskaca kemudian menggandeng musisi Iga Massardi sebagai produser musik. “Kami sering berdiskusi dan akhirnya banyak pengalaman baru yang kita belum pernah rasakan sebelumnya, dari proses songwriting, rekaman, dan lain-lain,” terang Dias mengenai kerjasamanya. Tidak hanya itu, Glaskaca juga mengajak dua musisi lain yang turut mengisi dua buah di dalam Adendum; ada keyboardist Adra Karim pada lagu “Adendum” dan dentingan piano dari pianis Gardika Gigih dalam lagu “Epilog”.

Glaskaca yang terbentuk sejak 2013 berisikan Dias Widjajanto (vokal, gitar), Aldi Nugroho (drum), Rayhan Noor (gitar, synth), dan Moses Mahitala (programming, synth). Unit ini telah merilis dua mini album, Staedig EP dan Identity EP, serta dua buah single berjudul “Preclear” dan “Polymath” yang dirayakan melalui Triangle Tour di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta pada akhir 2017 lalu.

“Cetak Biru” merupakan single keempat dari album, setelah sebelumnya unit alternatif ini merilis tiga materi yang juga turut terangkum dalam Adendum; “Putih”, “Atom”, dan “Banda”. Dengan karakter khas masing-masing nomor, Glaskaca sukses menarik perhatian publik. Per 14 September, “Cetak Biru” dan seluruh materi album Adendum dapat diperdengarkan melalui platform digital Spotify, JOOX, dan Apple Music, serta YouTube.

Tracklist Album Adendum:

  1. Peringatan/Peringatan
  2. Cetak Biru
  3. Putih
  4. Atom
  5. Amerta
  6. Banda
  7. Adendum ft. Adra Karim
  8. Epilog ft. Gardika Gigih