Ramainya grup musik tanah air yang mendominasi era sekarang yang cenderung ikut-ikutan, justru bertolak belakang dengan Grup musik alternative rock “Rapeme” yang berasal dari kota depok. Meracik sound ala kelompok-kelompok musik 90’an yang berasal dari Seattle dengan goresan lirik-lirik sarkatis mewakili isu yang mereka dengar dan mereka lihat kedalam sebuah mahakarya seni musik, yang mereka beri julukan “Mata Hati Jiwa’’.



Mewabahnya dominasi penjualan rilisan musik digital yang membangkitkan kekuatan imajinasi mereka dalam membuat konsep handmade pada rilisan fisik cover album perdana Mata Hati Jiwa, memperkuat karakter dari segi kreatifitas dan strategi dalam mempersiapkan sebuah terobosan baru. Mereka melakukan itu untuk mendongkrak lemahnya penjualan rilisan fisik industri musik saat ini.

Album Mata Hati Jiwa yang akan dirilis pada 2019 mendatang, mempunyai bagian eksperimen dalam aransemen di beberapa materi (dari 12 lagu). Rape Me berharap materi mereka mampu mengubah selera penikmat genre musik tertentu dan dapat membuka sudut pandang pengamat musik Tanah Air.