Bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, band instrumental rock Primata merilis video sesi rekaman live melalui channel youTube (5/11). Dalam sesi rekaman live studio tersebut, Primata membawakan tiga track dari album mini Avani (2016) yaitu “Jenggala/Ancala” dan “Khaga” serta sebuah single lama mereka “Kupu-kupu” dan single terbaru “Tebang!”.

Primata melibatkan beberapa musisi lain dalam rekaman ini. Reddy Aulia dari band Makmur Sejahtera mengisi gitar kedua pada lagu “Kupu-kupu”. Sedangkan solois Fithor Faris dan Prima Mouthu dari band Makmur Sejahtera ikut membuat padat aransemen “Tebang!”.

Bassis Primata, Adhito Kusumo mengungkapkan sesi rekaman live ini dibuat untuk membuktikan bahwa Primata memang benar-benar bisa bermain musik. Hal ini dilakukan karena pernah ada seseorang yang menyindir kemampuan Primata dalam bermain musik.

Rama Wirawan, sang gitaris menjelaskan, sekitar empat tahun lalu setelah lagu “Kupu-kupu” dirilis, ada seseorang yang mengatakan bahwa hasil rekaman yang terdengar terlalu banyak di-edit, jika dimainkan secara live akan terdengar buruk. Atas perkataan seseorang inilah, Primata akhirnya ingin membuktikan bahwa mereka bisa memainkan lagu-lagu yang pernah direkam dengan sama baiknya bahkan lebih baik.

Seluruh audio sesi rekaman live studio Primata direkam oleh Wendi Arintyo di Elephant Studio, Jakarta, sedangkan untuk visualnya digarap Sukaseni Studio yang dikomando oleh Jaka Sadewo. Rencananya dalam waktu dekat audio dari sesi rekaman ini akan dirilis juga sebagai album live melalui platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Deezer, dan lain-lain.

Sementara itu, Primata terbentuk pada April 2014 di Jakarta sebagai kuartet. Setelah sempat merilis satu singlepada 2014, satu album mini pada 2017, dan satu single pada 2017, Primata mengukuhkan dirinya menjadi trio dengan formasi Adhitomo Kusumo (bassis), Rama Wirawan (gitaris), dan Ria Antika (drummer) sebelum akhirnya merekam dan merilis “Tebang!” pada pertengahan 2018 lalu.