Setelah melahirkan album kedua yang bertajuk “Diary Of Crimson“di penghujung tahun 2016 dan melakoni serangkaian tur promosi album “Tengah“, produktifitas unit alternatif rock asal kota Malang, Crimson Diary, kembali berlanjut dengan dikenalkannya single terbaru dalam wujud video musik berjudul “Ideologi” pada akhir bulan November 2018.



Melalui single “Ideologi”, Crimson Diary mencoba untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap radikalisme yang belakangan semakin meresahkan dan mengancam persatuan negeri ini. Bill selaku penulis lirik mengatakan, ia menulis lagu dari kesedihan terhadap manusia yang mengatasnamakan Tuhan demi membenarkan segala tindakan mereka.

Gerakan radikal dengan mengatasnamakan agama memang menjadi isu serta permasalahan serius yang harus dihadapi bersama di mana sekarang aktifitasnya menjadi momok dan ancaman bagi kehidupan bermasyarakat. Pasalnya, gerakan-gerakan tersebut menjadikan agama sebagai senjata untuk menghalalkan segala tindakannya, termasuk dengan melayangkan nyawa.

Bukan sekedar merespons fenomena radikalisme semata. Crimson Diary, yang selama ini lebih dikenal dengan lirik-lirik personal, menciptakan singel “Ideologi” juga didasari oleh kisah yang pernah dialami oleh keluarga Bill. Keluarga Bill ada yang hampir menjadi korban tragedi bom di Surabaya.

Video musik “Ideologi” diperankan oleh anak perempuan bernama lengkap Eve Freya Adeeva Elora, yang tidak lain merupakan putri dari Bill yang sebelumnya di album kedua menjadi inspirasi terciptanya lagu “Freja“. Dalam video musik “Ideologi” gadis cilik yang akrab dipanggil Freya ini tampak ketakutan menonton serangkaian aksi terorisme yang disiarkan melalui layar kaca hingga menyimpulkan aksi tersebut dengan menuliskan kata jahat di atas kertas.

Menurut Bill, berita-berita aksi terorisme yang kerap disuguhkan oleh media juga bisa mempengaruhi psikologis seorang anak seperti halnya Freya. Sedangkan warna merah yang tersebar di dalam video musik “Ideologi” menjadi gambaran bagaimana murahnya nyawa melayang yang disebabkan oleh gerakan radikal dengan mengatasnamakan agama.

Penggarapan video musik “Ideologi” dibantu oleh Bhee Tangguh sebagai pengarah sekaligus videographer yang sebelumnya juga dipercaya pada pembuatan video musik “Senja” dan “Tiada Lagi Mimpi Buruk” di album sebelumnya.

Peluncuran single “Ideologi” sekaligus menjadi pengumuman jika formasi Crimson Diary kini kembali hanya menyisakan Bill Walessa Natalendra (vokal, gitar), Muklis Huda (gitar) dan Agung ‘Bampho’ (bass). Meski demikian, Bill mengaku jika hal tersebut (bongkar pasang personil) tak akan menghalangi produktifitas Crimson Diary dalam berkarya. Hal tersebut dibuktikan dengan rencana mini album yang akan dilepas dalam waktu dekat di bawah label rekaman Nadapita Records di mana single “Ideologi” juga akan masuk menjadi bagiannya.

(Photo band oleh: Hendis Gorge)