Setelah merilis mini album perdana berjudul Mabuk Laut, baru-baru ini The Panturas yang diisi sekumpulan pemuda tanggung siap turun gunung untuk mengarungi derasnya ombak dengan melepas rekaman baru dalam format digital dengan judul Queen of The South. Faktanya lagu ini Queen of The South merupakan materi rekaman live di Palm House Studio, Jakarta Selatan yang direkam bersamaan dengan materi mini album Mabuk Laut. Namun karena materi ini dinilai berbeda secara nuansa maupun semangat, lagu ini masuk ke dalam album Mabuk Laut dan memilih merilisnya secara terpisah.



“Tapi karena sudah direkam, ibaratnya anak, masak nggak dikenalin ke dunia. Jadi kita rilis saja sekarang, menjadi single tersendiri,” ujar Surya atau Kuya, penabuh drum The Panturas dalam rilisan pers yang kami terima. Sementara berbicara mengenai tema dari lagu ini, The Panturas masih nggak beranjak jauh dari tema- tema laut di Indonesia. Namun untuk materi satu ini tentu jadi semakin menarik, soalnya lagunya menceritakan tokoh mitos Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul, sosok mitos yang sempat difilmkan dan diperankan oleh almarhumah Suzanna. “Jadi lagu ini tentang seorang pemuda dan kecanduannya akan cinta yang tak berbalas kepada Sang Ratu,” ujar Abyan Zaki, Sang Vokalis yang menulis lirik lagu ini.

Mengenai proses kreatif, dari segi musik Abyan mengaku banyak dipengaruhi musisi-musisi zaman dahulu seperti Frankie Valli. Sementara dari segi narasi, Abyan atau yang kerap disapa Acin ini mencari bahan bacaan melalui Google. “Proses kreatifnya melibatkan The Night -nya Frankie Valli, You’re Not the Law -nya Dead 60s, dan hasil googling artikel Hotel Samudra,” tutup Abyan.

Queen of The South resmi diluncurkan pada Jumat (23/11) ini, dengan format video lirik di Youtube. Serta mulai dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming pada Senin(26/11). Pengarapan artistik untuk artwork ini dikerjakan oleh Iqbal Mastermind, yang terinspirasi dari komik-komik horror Tatang S.