Grup asal Semarang, AK//47, merilis album ketiga bertajuk “Loncati Pagar Berduri”. Terdapat 13 komposisi grindcore dengan topik distopia dan aneka dekadensi akal sehat dalam masyarakat modern.  “Di album terbaru ini adalah respon terhadap kejadian-kejadian di Bumi Nusantara; Kaum LGBT ditangkap, tempat ibadah diserang, komoditas hoax di media sosial serta isu rasisme dalam kepentingan politik.



Itu adalah sebagian dari adaptasi kemarahan yang afdol dalam musik grindcore kami,” ujar Garna Raditya, vokal dan gitaris AK//47. Bersama Novelino Adam (bas, vokal) dan Yogi Ario (drum) merampungkan rekaman di Girez Studio, Semarang. Hal itu seiring dengan isu imigran, chauvinisme, fasisme, homophobia yang termaktub dalam lagu-lagunya yang seluruhnya memakai Bahasa Indonesia. Seperti “Bebas Berkelamin”, “Menggugat Manusia!”, “Grinkor Petir!, “Ayat untuk Menyayat”, “Kepada Bunga yang Masih Tumbuh di Beton”, “Botol, Bensin dan Mawar Untukmu” dan lainnya.

Dikemas dalam kemarahan gerinda punk yang beringas dan progresif. Tak lepas pula pengaruh nuansa grindcore 90an seperti Discordance Axis, 324 dan hardcore ala Disrupt dan Totalitar. Setelah merilis album kedua “Verba Volant, Scripta Manent” tahun 2016 yang mendapatkan 20 album terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia tersebut, Garna pindah ke Amerika Serikat (AS) sebagai imigran dan melanjutkan karier musiknya di Oakland, California (CA).

Ide menggerakkan kembali AK//47 mulai dilakukan pada September 2017 dengan bergabungnya Damian Talmadge (VIOLENT OPPOSITION, ex-LACK OF INTEREST ) pada bas dan Mark Miller, drum (ex-ANISOPTERA) sebagai personel tambahan. Hal ini guna melangsungkan tur di AS agar tidak terhalang urusan imigrasi dan tiket penerbangan. Praktis, AK//47 memiliki chapter di AS yang disebut-sebut sebagai band grindcore Indonesia yang melangsungkan tur terpanjang di AS.

Dengan segala upaya, AK//47 mewujudkannya pada turnya yang pertama, 20 April-1 Juni 2018 silam. Berlangsung di West Coast dengan total 23 kota di negara bagian California, Washington, Oregon, Utah, Idaho dan Montana. Belum lama ini AK//47 merampungkan tur kedua, mulai dari negara bagian Oregon, Idaho, Utah, Colorado, Kansas, Missiouri, Maryland, New York, Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Minnesota, North Dakota, Montana, Washington, dan California.

Tur tersebut bersama unit grind/powerviolence, VIOLENT OPPOSITION (Oakland, CA) mengitari AS di 21 kota dari West Coast ke East Coast pada 16 Oktober-17 November 2018 dan mengakhiri tur nya di San Fransisco, CA. Selama delapan kota pertama, tur berlangsung bersama grup grindcore legendaris ANTIGAMA asal Polandia, ROTTENNESS (Meksiko), serta beberapa pertunjukan dengan COGNIZANT (Dallas, Texas). Adapun setelah merilis video musik single bertajuk “Lempar Petasan ke Podium” pada bulan Juli lalu, AK//47 juga sedang mengerjakan video dokumenter dari perjalanan tur 45 pertunjukan pada 41 kota di AS tersebut.

“Dokumenter ini sebagai selebrasi 20 tahun AK//47 di tahun 2019, sekaligus upaya mengarsipkan awal perjalanan kami hingga saat ini,” terang Garna.
(Foto band oleh: Rifqi Fadhlurrahman)