Mari kita tarik garis secara temporal, awal tahun 1950-an disebuah negara dunia ketiga, Jamaika lahirlah sebuah kultur berdansa beramai- ramai maupun dengan lawan jenis, beriringan juga dengan lahirnya musik bernama SKAyang berlandaskan pada musik mento dan kalipso dari karibia, sehingga dua elemen itu melahirkan sebuah kultur yang modern dan populer pada saat itu, dan menjadi lebih universal ketika muncul SKA gelombang baru yang merambah masuk ke ranah eropa, terutama inggris dengan dinamakan kalangan para mod, semua tertular oleh spirit dari perpaduan beat- beat yang membuat berdansa dengan lirik yang cenderung bahagia.

Tahun 2012 Hampir 70 tahun kemudian di sebuah daerah terpencil di bagian Barat Jawa, Jatinangor lahirlah spirit itu. Sebuah band yang mencoba ingin membuat menari dan berdansa disemua segmen dan kalangan, serta lirik yang ingin menyampaikan kebahagiaan, yaitu Olegun Gobs. Dimana sampai titik tertentu munculah sebuah gagasan peng-analogian yang dibuat oleh Yayoi bahwa “Musik kami itu scabies, satu wabah yang menyerang permukaan kulit sehingga membuat gatal, dan mudah-mudahan kami bisa membuat khalayak tak tahan karena gatal ingin ikut berdansa”.

Skabies adalah genre yang coba diusung oleh Olegun Gobs. Telah merilis debut album full length secara fisik berupa Compact Disc berisi sembilan track dan satu hidden track berjudul “Gobs Colection” yang dirilis secara mandiri oleh Gobs Label (20/12). Album ini merepresentasikan bagaimana kebahagiaan kecil dan bisa dikatakan sebagai kebahagiaan minoritas dibangun menjadi sesuatu yang besar dan bernilai. Disampaikan lewat single pertama beserta music videonya di kanal youtube yang berjudul “Wednesday Afternoon”, disusul single kedua yang di rilis di platform musik digital berjudul “Sure You Are”.

Album “Gobs Collection” terinspirasi dari film barbershop yang dibintangi oleh Ice Cube (2002). Konsep album perdana Olegun Gobs ini mengusung tema barbershop dengan sedikit sentuhan kreatif dari mereka. Dalam film itu dijelaskan bahwa barbershop bukan hanya sekedar tempat untuk pangkas rambut saja, tapi juga menjadi sebuah komunitas, tempat berkumpul masyarakat setempat untuk sekedar bercengkrama hingga membicarakan isu-isu sosial-politik yang berkembang di lingkungan.

Berangkat dari definisi itu, album perdana Olegun Gobs ini menawarkan materi-materi yang beragam corak. “Kalo ke barber, kita ga bisa milih semua dari jenis potongan yang ditawarkan kan?” tanya Yayoi. Jadi, album ini adalah kolase pengenalan musik yang Olegun Gobs mainkan dan memang berbeda-beda warna. Ada rocksteady, sedikit jazz, funky, dance, punk sampai progesif. Dari segi lirik yang juga beragam, mulai dari membahas kencing, kritik menyoal kebijakan kredit, hingga kegusangan oleh kemacetan yang ada di Bandung. Salah satu track di album “Gobs Collection” yang berjudul “Human Race” adalah salah satu track milik band asal Prancis “Drunksoul”. Olegun Gobs meng-cover dan sedikit mengubah aransemen musik menadi ala Olegun Gobs yang ciamik.

Sementara itu, Olegun Gobs beranggotakan sembilan personil yang pastinya akan membuat ramai panggung serta crowd yang ada. Mereka adalah Aryobimo Pratama Mulyanto (drum & back vocal), Ali Dwijulianto (lead guitar), Helmi Raihan (rythm guitar & back vocal), Fajar Dwi Anugrah (bass & back vocal), Sufy Moethahar(percussion), Faiz M. Fitrandika (trombon), Adit Porsiana (saxophone), Saeffudin (trumpet) dan Yahya Hafidhudin (vokal).