Trio alternatif asal Jakarta, Melt meluncurkan lagu tunggal perdananya berjudul “RRRAD” pada 11 Januari 2018. Lagu ini menjadi sarana perkenalan band beranggota Irfan Muhammad (gitar/vokal), Abba Gabrillin (bass) dan Rinaldy “Al” Sofwan (drum) kepada publik musik lebih luas. Secara umum, “RRRAD” bercerita tentang kegamangan dan perasaan. Judulnya berarti ode untuk sesuatu yang menarik perhatian. Tetapi lebih dari itu, lagu berdurasi 4 menit 40 detik ini menyajikan ekplorasi suara yang dititikberatkan pada kebisingan gitar berpadu dengan drum upbeat yang membalut keseluruhan lagu. Bass yang tegas merekatkan soliditas “RRRAD” menjadi komposisi yang padu sementara vokal mengawang menambah kesan manis.

“RRRAD” digubah dari satu sesi improvisasi atau jam session di sebuah studio kecil di kawasan Jakarta Selatan, pada awal 2018. Setelah lebih kurang satu tahun, dengan beberapa materi lagu di tangan dan demo live recordyang minimalis, Melt akhirnya merekam “RRRAD” secara multi-track untuk mewujudkan ide lagu ini secara utuh.

Proses rekaman berlangsung relatif singkat pada awal Desember 2018 di Mamokiak Studio, Tebet, Jakarta Selatan. Selain “RRRAD”, dalam sesi yang sama, Melt juga mencoba merekam beberapa materi lainnya. Pengerjaan lagu-lagu ini banyak didukung oleh teman-teman Melt. Mereka ikut berdonasi untuk menutupi biaya rekaman dengan membeli merchandise kaos yang dikerjakan oleh Homeless, Bandung. Setelah proses rekaman selesai, sesi mixing dan mastering dikerjakan oleh Al.

Melalui “RRRAD”, Melt sebisanya menunjukkan orisinalitas dalam bermusik. Rencananya, pasca-lagu tunggal ini, MELT juga akan menyelesaikan empat lagu lain untuk dirangkum dalam sebuah debut mini album.

Melt dibentuk di Jakarta pada 2017 di tengah ketatnya deadline masing-masing personel. Maklum, Irfan, Abba,dan Al berlatarbelakang profesi yang sama sebagai jurnalis. Selera musik yang tak jauh berbeda dicampur kebosanan meliput peristiwa hukum dan politik membuat ketiganya memilih studio musik sebagai tempat relaksasi. Mulanya, Melt meracik musik berkarakter electropop dengan Al pada synthesizer dan Abba serta Irfan pada gitar. Namun, seiring waktu, format saat inilah yang dipilih.  Ragam referensi musik yang didengarkan masing-masing personelnya membuat Melt jadi wadah perpaduan berbagai jenis musik. Dari shoegaze hingga emo masa awal, britpop hingga post-hardcore, bahkan jangle pop dan lo-fi musik. Tanpa disengaja, campur-aduk selera ini menciptakan karakter noisey-space-rock dalam karya mereka.