Salah satu kuartet rap / rock paling disegani di pulau Bali, Postmen kembali dengan karya terbarunya. Bertajuk “Boneka”, dalam lagu berdurasi 5 menit 16 detik ini Postmen mencoba mengingatkan tentang masalah yang sedang menghantui negara kita ini yaitu tentang keyakinan, mayoritas dan minoritas. “Boneka” merupakan sindiran Postmen kepada orang-orang yang terlalu mudah di doktrin untuk membenci perbedaan, di sirami benih benih kebencian atas nama suatu keyakinan. Dan jelas kuartet ini melihat bahwa dalih itu bukan semata-mata dilakukan hanya untuk itu saja tapi banyak tujuannya, yaitu keyakinan yang dijadikan senjata politik dan untuk memecah belah persatuan.

“Boneka” memiliki nuansa musik yang sedikit berbeda dari lagu-lagu Postmen di album awal mereka. Postmen seperti ingin menyuguhkan musik yang fresh untuk para penggemarnya. Riff distorsi yang grovy dan asik untuk diajak berdansa meskipun liriknya cukup kritis. Di-dominasi oleh propaganda elit politik berkedok doktrin agama yang mengadu domba berbagai kalangan masyarakat. Argumen yang diumbar terdengar seperti teori retorika yang diulang tanpa nalar dan akal sehat. Single “Boneka” sendiri dilepas bersamaan musik video 20 Desember 2018. Terbentuk tahun 1999, Postmen yang kini digawangi oleh Lika (vokal), Kong (gitar), Duke (bass), Ade (drum) berharap untuk bisa menghibur penikmat musik di seluruh indonesia seraya mengingatkan tentang pentingnya untuk sebuah menjaga sebuah ideologi agar tidak tidak terjadi perpecahan di Indonesia.