Ultraviolence, band post-punk/darkwave muda asal Malang, belum lama ini telah mengumumkan album perdana bertajuk References. Dilansir dari siaran pers yang kami terima, album perdana dari trio Maulana Akbar (vokal), Torkis Waladan (gitar), dan Bayu Silalahi (bass) ini mengambil inspirasi dari keputusan-keputusan personal yang diambil di kehidupan.

Debut album ini dirilis dalam dua format: CD-R 5 inci dan kaset dengan jumlah rilisan yang terbatas. Ultraviolence menggandeng dua label sekaligus untuk References, yaitu Heavenpunks untuk menaungi perilisan CD, dan Gerpfast Kolektif untuk menaungi perilisan kaset. Secara musikalitas, Ultraviolence banyak mengambil inspirasi dari musik post-punk 80-an dan darkwave/coldwave masa kini. Mereka menyatakan bahwa album ini merupakan suatu karya penghormatan untuk Bauhaus dan band-band serupanya. Ultraviolence selanjutnya mengakui bahwa mereka memang banyak terpengaruh oleh gelombang pertama gothic movement Inggris di akhir tahun 70-an dan awal 80-an. Sebelum resmi merilis References, Ultraviolence sempat merilis beberapa single yang terdapat dalam album ini secara visual. Salah satu yang sudah mereka rilis dalam format video klip adalah “Into A Bolder”.