Setelah merilis single “Walk On Fire” April tahun lepas, kwartet anthemic indie-rock lightcraft tancap gas dengan melepas sebuah single untuk menyambut album terbaru mereka “Us Is All” yang siap diluncurkan dalam waktu dekat.

Band asal Jakarta ini memilih “Home” sebagai single kedua dari album mereka yang akan datang “Us Is All”. “Home” mendapat tempat istimewa di hati para personil semata-mata bukan hanya karena kekuatan cerita di balik lagu, tapi juga dikarenakan lagu tersebut turut menampilkan Ananda Badudu, separuh dari duo folk-pop Banda Neira yang sayangnya sudah tidak aktif lagi. “Kami saling kenal sudah cukup lama, dan saya sendiri adalah seorang penggemar Banda Neira, jadi jelas Nanda adalah salah satu nama yang pertama muncul di daftar kami untuk diajak berkolaborasi. Pun sewaktu berdiskusi dengan produser kami Firzi O, dia merasa Nanda adalah sosok yang pas untuk membawakan ‘Home’. Setelah Nanda mengutarakan ketertarikannya untuk berkolaborasi, ia betul-betul membantu untuk menyempurnakan lagu ini. Kami sangat berterima kasih atas kontribusinya,” ungkap vokalis Imam.

“Home” dibuka dengan bunyian synth yang menggetar hati, sebelum diikuti iringan-iringan suara yang memberi lebih banyak warna kepada lagunya. Ketukan drum digital nan catchy dan dentingan isian bass menemani vokal imam yang renyah dan nyanyian Nanda yang lembut. Pada bagian refrain, sebuah cahaya serasa mulai bersinar lebih terang dengan hentakan drum akustik dari drummer Yopi. Bagian koda menawarkan suasana cerah penuh kebahagiaan yang mengajak kita untuk sedikit menggoyangkan tubuh mengikuti irama senada dengan semburan warna kegembiraan yang terpancar dari lagu tersebut.

“Ini adalah lagu yang lahir dari lubuk hati terdalam saya. Ini tentang sebuah perasaan dimana saat berada di rumah, tapi tidak terasa seperti sedang berada di rumah; rasanya seperti ada sebuah lubang yang berbentuk rumah di dalam dada yang sedang dicari keberadaannya. Ini bisa diartikan rumah sebagai tempat tinggal secara harafiah, ataupun sosok seseorang maupun suatu benda. Kita tidak tahu, mungkin saja ‘rumah’ itu ternyata berada di hadapan kita selama ini. Salah satu pesan dari lagu ini adalah untuk tidak pernah berhenti mencari ‘rumah’ kita,” terang Imam mengenai cerita di balik lagu “Home”.

Perilisan “Home” akan sekaligus menampilkan video musik hasil karya sutradara muda bertalenta Rocky Ferico, yang juga mengepalai pengerjaan video musik lightcraft terdahulu “Walk On Fire”. “Kami sangat puas dengan apa yang Rocky ciptakan untuk ‘Walk On Fire’ dengan sentuhan apiknya. Kami menanyakan kesediaannya untuk membantu mengerjakan video musik kami sekali lagi, Kami mendambakan sebuah video musik yang bisa merefleksikan gejolak emosi yang cukup menggebu dari lagu ini; sehingga siapapun yang menyaksikannya dapat merasakan pesan di balik lagu dengan rasa dan tingkat emosional yang sama,” ujar gitaris Fari. Pengambilan gambar untuk video ini sendiri dilakukan di kafe yang juga merupakan sebuah ruang komunitas Paviliun 28 serta beberapa sudut kota Jakarta.

“Home” dapat mulai diunduh dan didengar pada hari Jumat, 1 Februari 2019 dari berbagai penyedia layanan streaming, termasuk Spotify, Apple Music, Deezer, Joox, Bandcamp, dan masih banyak lagi.