Yaudah adalah salah satu respons paling spontan yang muncul ketika kita mengeluhkan hidup. Mulai dari kerjaan yang belum selesai, hati yang patah, idealisme yang pupus, bahkan sampai rencana-rencana yang tak kunjung rampung. Maka tak ada jawaban yang tepat selain bersahabat dengan problema sambil beriman bahwa waktu akan segera memberikan tepi yang indah, pantai untuk rebah. Kita kerap berserah, memanjatkan harapan, bersiap untuk lagi-lagi kecewa, lalu mengeluh kembali. Semuanya berpusar di situ-situ saja. Yaudah. Mau gimana lagi? Hehe. Contohnya, waktu Firas (basis Rachun) harus menjalani operasi usus buntu di tengah-tengah deadline mastering EP Yaudah. Mau gimana lagi? Rachun mengontak Dimas, punggawa studio musik ALS di bilangan Rempoa, Tangerang Selatan. Uang yang didapat dari penjualan kaus–diambil dari artwork singel “Januari”—dialokasikan untuk melahirkan EP ini.

Memang, tanpa orang-orang yang selalu mendukung karya Rachun, Yaudah tidak akan maksimal pengerjaannya. Benar adanya, selalu ada jalan di balik kata “ya udah.” Yaudah dikerjakan bersama Audi, gitaris dari grup musik rebel-rock-proletar yang bernama 1/4. Band yang tengah mengerjakan album perdananya ini, telah beberapa kali membantu Rachun, seperti pengerjaan EP Pra-Karya yang dibantu oleh Riga (basis) dan Bismo (vokalis) serta video klip “Kan Biasa” yang disutradarai oleh Levi “Minem” (drummer). Pun, video klip “Januari” diperankan oleh Bismo. Selain satu tongkrongan dari lama, Audi memang punya kapabilitas untuk menerjemahkan lima (5) lagu Rachun pada rilisan ini.

Merilis empat EP bukanlah pencapaian yang gemilang jika dilihat dari kaca mata mereka yang selalu mendewa-dewakan album. Padahal, kini semuanya bisa dengan mudah menjadi musisi. Oleh karenanya, tidak ada yang spesial dari album perdana kecuali perihal momentum. Tegas, Rachun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyongsong, “Kok EP mulu?” melalui Yaudah, yang akan dirilis secara ekslusif pada 1 Februari 2019. Pendengar Rachun yang telah membeli kaus “Januari” mendapatkan kesempatan lebih awal untuk mendengar penuh EP ini melalui kode unduh yang dikirim secara personal.

Pada tanggal yang sama pula, Rachun merilis singel kedua dari Yaudah, berjudul “Dalam Aksara” yang video klipnya disutradarai oleh Talitha (drumer grup musik Zirah). Rachun pun turut mengundang kawan-kawan untuk sekadar ngobrol, makan malam, dan mengeluh sambil mendengar penuh EP ini pada 2 Februari 2019, pukul 18.00 WIB di POTSJAM, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Yaudah baru akan dilepas ke layanan digital streaming Spotify, Joox, Deezer, dan Apple Music pada 8 Februari 2019, bersamaan dengan lirik-liriknya yang ada pada bagian highlight di akun Instagram resmi Rachun. Sebagai solusi, Yaudah memang sering diremehkan. Namun, kadang ia adalah satu-satunya jalan. Silakan ucapkan “Yaudah” berkali-kali dengan tetap memupuk kepercayaan bahwa ia yang paling sering mencerminkan segala tindakan, perlawanan, dan penerimaanmu terhadap tekanan hidup.

Dengarkan Yaudah, dan kalau perlu, baca liriknya juga dengan tetap memupuk kepercayaan bahwa Rachun masih akan merilis EP lagi sampai momen yang dinilai tepat untuk merilis album penuh. Kalau nggak mau dan nggak kunjung tepat, Yaudah, nggak apa-apa. #yaudahrachun