Setelah merilis mini album pada tahun 2018, kini Kartoadisoebroto atau biasa disingkat The Broto mengeluarkan single terbarunya yang berjudul “Doom Rock’n Roll”. Nantinya, single ini akan menjadi bagian dalam debut album yang akan dirilis pada pertengahan tahun 2019. The Broto lahir pada 2015 silam sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Setelah setahun lebih hanya mendekam di studio dan bergonta-ganti personel, akhirnya UI Music Fair 2016 menjadi panggung pertama bagi mereka.

Kepercayaan akan bangkitnya musik keras di Nusantara menjadi kekuatan mereka untuk tetap struggle dalam gejolak musik yang kian fluktuatif di negeri ini. Doom Rock’n Roll sendiri bercerita tentang filsafat hidup masyarakat Jawa kuno, maupun kebudayaan lain yang menganut paham spiritual cosmocentrism sebagai kritik sosial terhadap anthropocentrism secularists yang terlalu mewabah di peradaban modern sehingga manusia sebagai bagian dari alam melupakan kebajikannya sendiri. Memberi perumpamaan manusia dan alam bagai keris dan sarungnya, single ini memanifestasi kutipan-kutipan dari budayawan terkemuka seperti Franz Magnis Suseno dan Prof. Komaruddin Hidayat, serta filsafat lain ke dalam lirik yang dikemas menjadi Proto/Doom Metal dengan nuansa agresif ala Rock’n Roll.

Pada menit awal dari lagu ini sengaja diselipkan suara vespa, kemacetan dan sibuknya Ibukota agar sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan: Rock’n Roll sebagai pengingat bahwa hidup bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan material, tetapi juga kebutuhan akan kedamaian dan ketentraman jiwa. Tersedia gratis secara digital di Spotify, iTunes, Deezer, Saavn, Amazon, Tidal, Pandora, Napster, iHeartRadio, ClaroMusica, MediaNet, Apple Music, dan 150 media lain.