Tak henti berkolaborasi dan memproduksi musik dari berbagai genre. Mulai dari Nostress, Soul and Kith, juga penyanyi Rusia bernama Daria Shevencko. Dadang Pranoto dari Dialog Dini Hari dan Navicula memiliki proyek baru yang dinamai Pohon Tua Creatorium. Dalam proyek yang berisikan Palel Atmoko (Navicula/Soulfood) pada drum dan Kevin Suwandhi pada kibor/bas itu menyuguhkan warna musik yang sebelumnya tidak pernah dia mainkan ke publik. Di bawah nama itu, ia merilis single berjudul “Mendulang Cinta”. ‘Mendulang Cinta’ tak lain merupakan lagu yang dibuatnya sebagai tema dari buku berjudul ‘I’m All Ears’.  Buku tersebut ditulis oleh Eko Wustuk bersama tim Edraflo yang mengisahkan tentang pasangan musisi Endah N Rhesa.

“Kadang orang hanya bisa melihat burung itu terbang, tapi tak cari tahu bagaimana bisa terbang,” demikian Pohon Tua menjelaskan lagu barunya. “Aku nulisnya berdasarkan draft buku yang akan dirilis. Tapi mungkin sisi gelapnya enak dinyanyikan dan dibagi ke publik: perjalanan musik EAR yang berjuang dari bawah hingga hari ini,” ungkapnya dalam siaran pers yang kami terima. Nama Creatorium dalam Pohon Tua Creatorium, menurutnya, berasal dari kata ‘crematorium’ yang merupakan rumah pembakaran mayat. Dengan nama itu, Pohon Tua membakar batasan-batasan untuk berkreasi dan pemahaman musik yang kaku.

Lagu “Mendulang Cinta” telah dirilis tanggal 22 Februari 2019 lalu secara digital di sejumlah kanal musik seperti iTunes, Apple MusicSpotifyYoutube dan sejumlah tempat lainnya. Baik Endah maupun Rhesa sama sekali tidak tahu bahwa Pohon Tua menulis sebuah lagu khusus berpijak pada naskah buku mereka.