Ping Pong Club merilis single ‘Skylight’ pada di bulan Agustus 2018. Single yang menarik perhatian publik kepada unit indie pop-electro pop asal Bandung ini pun tak lama kemudian dirilis secara eksklusif di Jepang pada tahun yang sama. Hal ini menjadi pintu pembuka bagi Ping Pong Club untuk menarik perhatian penikmat musik di negeri sakura. Bulan Juni ini akan menjadi moment dimana Ping Pong Club dapat memasarkan lebih luas lagi karya-karya mereka di Jepang, karena mereka mendapat kesempatan untuk menyapa dan membawakan secara langsung musik-musik Ping Pong Club disana.

Mendapatkan kesempatan untuk mengisi 2 (dua) titik gigs di negara sakura tersebut menjadikan permulaan perjalanan panggung internasional Ping Pong Club. Tepat nya berlokasi pada Annie’s Café ( 23 Juni ) dan Negaposi ( 25 Juni ) di Kyoto. Penampilan perdana ini juga akan diisi dengan kolaborasi dengan musisi lokal negeri Sakura, hal ini juga membuka kesempatan untuk berinteraksi lebih langsung dengan para pelaku musik di Jepang. Bagi pendengar Ping Pong Club yang sedang berada di Jepang dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai gigs tersebut melalui akun media sosial Ping Pong Club.

Ping Pong Club merupakan unit Electronic/ Indie Pop yang dibentuk di kota Bandung pada pertengahan tahun 2017 lalu oleh Hariz Lasa dan Muhammad Rizky. Pembentukannya bermuara dari kesamaan influens antara Hariz Lasa dan Muhammad Rizky yang sangat mencintai ranah subkultur musik, di Britania Raya, mulai dari generasi Sarah Records hingga The Beatles. Atas dasar kesamaan itulah kemudian mereka bersepakat membawa dan memutuskan untuk mengemas kembali subkultur musik di Britania Raya tersebut ke dalam musik Ping Pong Club, namun dengan tambahan nuansa electro pop yang eklektik. Dengan mengajak Fasya Suryadini dan Satrio Adi Nugroho ke dalam formasinya, perjalanan Ping Pong Club, pun dimulai.