Kelompok alternatif asal Jakarta, Glaskaca kembali dengan dua singel anyar, ’Killjoy’ dan ‘Dialog di tanggal 24 Januari 2020, setelah beristirahat panjang di tahun sebelumnya. Kedua singel tersebut merupakan pembuka dari rentetan karya yang akan dirilis secara bertahap tahun ini dan akan dirangkum dalam album penuh kedua Glaskaca di penghujung tahun, setelah sebelumnya merilis dua EP, ‘Identity’ dan ‘Staedig’ pada tahun 2016 dan 2017 serta album penuh pertama ‘Adendum’ pada tahun 2018.

Dua nuansa kontras yang terdengar pada kedua lagu tersebut sengaja disajikan oleh kelompok musik yang terbentuk sejak tahun 2013 ini. Hentakan alternative rock dengan balutan bebunyian gitar fuzzy yang kental terdengar pada nomor ‘Killjoy’ yang juga merupakan lagu berbahasa Inggris pertama Glaskaca setelah tiga tahun, sedangkan ‘Dialog’ menawarkan nuansa synth pop khas tahun 80an dengan ritem gitar dan sound drum yang berkarakter.

Unit yang digawangi oleh Dias Widjajanto, Rayhan Noor dan Wisnu Ikhsantama ini sengaja merilis kedua lagu tersebut secara bersamaan untuk memperkenalkan bermacam sisi yang akan ditunjukkan mereka di tahun ini; berspektrum luas dan berbahasa ganda. Di babak baru ini, saya juga ingin menambahkan dimensi baru dalam lirik Glaskaca. Lagu ‘Killjoy’ merupakan social commentary tentang sifat suka membanding-bandingkan, mencibir dan tidak senang melihat kesenangan orang lain yang dipacu oleh tingginya intensitas aktifitas manusia di sosial media.

Lirik yang berisi social commentary merupakan ranah yang belum pernah disentuh oleh Glaskaca sebelumnya”, pungkas Rayhan selaku penulis lirik utama di Glaskaca. “Lirik kontemplatif khas kami seperti yang terdengar pada karya-karya kami sebelumnya tetap ada pada ‘Dialog’’, tambahnya kemudian.

Kini beranggotakan tiga orang, Glaskaca memproduseri, merekam dan mengerjakan post production kedua lagu tersebut secara mandiri. “Setelah pergi beristirahat selama setahun, masing-masing dari kami pulang membawa ilmu yang lebih banyak dari sebelumnya baik dari pengalaman menulis dan memproduseri musisi lain maupun bermain sebagai session
player di berbagai proyek”, ujar Dias.

Ketiga personil Glaskaca terhitung aktif di berbagai proyek musik, menulis dan memproduseri berbagai lagu hingga saat ini, seperti Rayhan dan Tama yang tergabung dalam Hindia & Lomba Sihir dan Dias yang kerap kali membantu Tashoora. ‘Killjoy’ dan ‘Dialog’ dirilis secara mandiri oleh Glaskaca dan sudah bisa didengarkan di seluruh layanan musik digital.