Setelah melepas EP JUDIserta live session-nya yang diunggah di kanal YouTube mereka beberapa waktu lalu, RADIKALIDEOLOGI memulai kembali maratonnya di tahun 2020 ini. Masih dengan ketukan groovy dan frekuensi gitar berdistorsi yang melekat pada lagu-lagunya, kali ini RADIKALIDEOLOGI rilis single berjudul “Anak Metro” melalui platform digital (Spotify, Joox, Deezer, dan Apple Music).

“Anak Metro” diartikan sebagai panggilan untuk orang-orang yang tinggal di kota besar. Sebagai trackpertama yang membuka album “POSITIVIS”, Armando (Vokal) menceritakan apa yang dirinya rasakan saat berada jauh dari tempat tinggalnya di Jakarta. 

Saat menulis lagu ini, Armando menjelaskan betapa kuatnya ketertarikan dan keterikatan dirinya terhadap kota tempat dirinya tumbuh besar, yaitu Jakarta. “Dipicu oleh stigma seperti duit adanya di Jakarta dan anggapan bahwa Jakarta itu pusat dari segalanya, gue nulis “Anak Metro” sesuai dengan kenyataan yang kita lihat di ibu kota saat ini.”

Sepulang dari kampungnya di Manado, Armando langsung menuangkan tulisannya untuk digarap bersama dengan Irsyad (Gitar), Gethza (Drum), dan Kevin (Bass). Alhasil, lagu “Anak Metro” menjadi sebuah refleksi atas meleburnya perbedaan seseorang saat dirinya berada di ibu kota dan kampung halaman.

Sebagai lagu pertama yang ditulis Armando ketika dirinya bergabung dengan RADIKALIDEOLOGI, “Anak Metro” kerap menjadi lagu pamungkas di panggung-panggung mereka sejak 2016 silam. Lagu yang telah melewati beberapa proses rekaman ini akhirnya menemukan bentuk finalnya pada awal tahun 2020, dan siap untuk menjadi nomor pamungkas pada album perdana mereka.

Proses rekaman lagu ini pun juga cukup panjang. Diawali rekaman guide oleh Firas Raditya di POTS, sesi recording drum oleh Haryo Widi di Studio Kandang, dan menggodok komposisi bass, gitar dan vokal di Studio Soundpole bersama Wisnu Ikhsantama Wicaksana. Mixing dikerjakan oleh Wisnu Ikhsantama Wicaksana dan mastering dikerjakan oleh Pandji Dharma.