Category

Bands

Bands, Review

Slap It Out, Kelompok Post Hardcore Berbahaya Asal Palangkaraya

Siapa sih yang nggak suka musik Post-hardcore jaman sekarang? Genre ini adalah salah satu genre yang populer di kalangan remaja Indonesia. Sejak pertama kali masuk ke Indonesia di era 2000an awal, geliat musik post hardcore di Indonesia semakin menunjukkan konsistensinya dengan banyak memunculkan band-band yang mulai mendapat perhatian khalayak. Meskipun luput dari layar kaca, perkembangan musik ini di Indonesia berhasil melesat lewat jalur lain, yaitu media sosial dan dari panggung ke panggung. Banyaknya band yang konsisten berkarir dalam ranah musik ini menjadi sebuah jawaban dari stereotipe yang sempat muncul di awal 2000an bahwa musik ini menjadi popular hanya karena tren semata. Pun begitu, hingga detik ini scene musik post harcore masih bisa bernafas lega dengan banyaknya peminat dan band-band bagus yang masih tetap berjuang dalam pergulatan musik ini. Dari banyaknya kelompok yang hadir, ada satu nama baru dari sebuah kota yang jarang terekspos dan masuk dalam radar pada ranah musik ini. Mereka adalah Slap It Out, kelompok musik asal kota Palangkaraya yang mantap untuk berkarir dalam ranah musik ini.

Continue reading
Bands, Review

The East Bay, Band Baru Dengan Muka Lama

Beberapa dari kita mungkin sudah cukup akrab dengan genre musik “ska”. Ska adalah genre musik dari Jamaika yang berkembang pada akhir tahun 1950an. Pada dasarnya Ska adalah sebuah musik yang mengkombinasikan gaya dari Jazz, Blues, Calypso dan Carribean Mento. Ska adalah warna musik yang turut mengilhami lahirnya jenis musik “reggae”. Di tahun 1980an, muncul third wave SKA atau yang lebih dikenal dengan nama “ska punk”. Diawal 90an, banyak kelompok ska punk yang mendapat respon yang baik di scene dan industri musik. Kelompok ska punk seperti The Hippos, Save Ferris, Operation Ivy, Reel Big Fish, Less Than Jake, Goldfinger, Sublime, Voodoo Glow Skulls dinyatakan mampu membawa warna musik ini ke level yang lebih tinggi. Meskipun sedikit telat, di Indonesia sendiri musik Ska sempat booming dan populer dalam industri musik di penghujung tahun 90an. Tak terkecuali di Bali, meski pergerakan dari skena ini masih terkesan malu malu dan tidak sepesat perkembangan musik punk dan metal, sejatinya Bali masih memiliki regenarasi yang cukup menarik dalam skena musik ini. Adalah The Eastbay, unit ska punk baru yang akan mulai menggoncang ranah musik ini.

Continue reading
Bands, Review

Pluto, Memikat Dengan Musik “Indie Pop”

Bali tak pernah ketinggalan bakat baru dalam dunia musik. Belakangan ini banyak nama-nama baru yang sudah mulai disorot oleh beberapa khalayak. Adalah Pluto, satu dari sekian nama yang cukup menjajikan. Unit Indie Pop ini muncul sebagai salah satu band terpanas pada skena musik Bali. Pluto bisa dibilang memberi nuansa baru yang akan semakin meramaikan kancah musik Bali yang semakin berkembang belakangan ini. 

Continue reading
Bands, Music, Review

Veinn, Kuartet Hardcore Belia Pulau Dewata

Siapa bilang perempuan dan musik underground tak bisa selaras? Musik apapun jelas-jelas bersifat universal, tak hanya dimiliki atau disukai oleh kaum adam belaka. Bagi orang awam musik underground seperti metal, hardcore, punk, dsb mungkin memiliki kesan yang urakan, keras, dan berisik, sehingga tak jarang mereka menganggap pelaku dan penikmat musik tersebut hanya diperuntukkan untuk laki-laki saja.

Continue reading
Bands, Review

ADVARK

 

Matematika adalah sebuah nama mata pelajaran yang tak lepas dari hitung-hitungan. Sebagian orang tidak menyukai mata pelajaran ini, Matematika ini terkenal sebagai musuh besar dari para pelajar di seluruh dunia karena memang sangatlah susah dan rumit. Dalam musik sendiri ada beberapa band yang memasukkan unsur hitung-hitungan seperti halnya mata pelajaran matematika dalam musiknya. Di awal 2000-an, sebuah genre baru yang diberi nama “Mathcore” mulai muncul ke permukaan. Jika dibedah kata tersebut, ‘Math’ berarti Matematika, dan ‘Core’ merupakan suku kata dari aliran Hardcore. Para band atau musisi pengusung genre ini cenderung mengganti-ganti tempo dan ketukan musik mereka secara random atau tidak beraturan. Pun begitu musik jenis ini bukanlah sebuah musik yang tidak diminati seperti halnya mata pelajaran Matematika. Sebut saja band-band semacam Converge, The Dillinger Escape Plan, The Number 12 Looks Like You, Coalesence, Into The Moat, The Tony Danza Tapdance, Extravaganza, dan lain lain yang menjadi besar dengan memainkan warna musik tersebut.

Continue reading
Bands, Review

Manjă

Era perkembangan ranah musik independen di Bali Semakin hari semakin berkembang, hal ini diikuti dengan banyak bermunculannya band-band baru dengan warna musik yang beragam dan memiliki kualitas yang mungkin lebih baik dari kualitas band-band pasaran yang bernaung di bawah major label saat ini. Bahkan bisa dikatakan band-band baru tersebut memiliki bakat-bakat musik yang bisa menembus pasar internasional. Dari banyaknya pendatang baru yang hadir mewarnai gegap gempita skena musik di Bali ada satu nama yang patut untuk disimak, mereka adalah Manjă. Terhitung sebagai grup musik anyar — baru resmi berdiri pada Januari 2017 — Manjă sejatinya bukanlah anak kemarin sore. Kelompok berformat trio ini bisa dibilang sosok yang telah lumayan malang melintang di blantika musik Bali. Kakak beradik Nick dan Mark merupakan personel The Mangrooves, band reggae yang cukup punya nama di Bali serta pernah masuk 2 nominasi Anugerah Musik Indonesia setahun lalu. Sementara James sempat memperdalam teori musik di Sydney, Australia, selama 2 tahun serta belasan bulan rutin menyanyi di seputaran Bali.

Continue reading